Sejarah

By Admin 15 Nov 2023, 18:54:38 WIB

Tujuan pendidikan Islam berorientasi ukhrawi dan duniawi. Pendidikan Islam harus membentuk manusia seorang hamba yang taat kepada Allah dan membentuk manusia yang mampu menghadapi segala bentuk persoalan kehidupan dunia.

Madrasah Tsanawiyah adalah Madrasah yang diselenggarakan berdasarkan konsep ”one for all” artinya dalam satu atap sekolah siswa memperoleh pendidikan umum, pendidikan agama dan pendidikan keterampilan. Pendidikan umum mengacu pada kurikulum nasional, pendidikan agama menekankan pada pendidikan aqidah, akhlak dan ibadah yang dikaitkan dalam kehidupan sehari-hari, menciptakan lingkungan yang baik (biah sholihah) di dalam lingkungan sekolah dan mewujudkan suri tauladan (qudwah hasanah) oleh seluruh guru dan pegawai sekolah. Sedangkan pendidikan keterampilan dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler yang menyediakan beragam pilihan kegiatan yang seluruhnya mengacu kepada prinsip-prinsip keterampilan hidup (life skill).

MTs Almaliki Cendekia Kota Pekalongan berada di bawah naungan Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan. Yayasan ini telah terdaftar di kementerian Hukum dan HAM dan diresmikan tanggal 21 Mei 2014. Kegiatan keagamaan sudah di mulai sejak tahun 1973 melalui majelis taklim yang diasuh Romo KH. M. Amirin bin M. Kurdi. Setelah beliau pulang kehadirat Allah SWT, majelis taklim ini diteruskan oleh putra sulung beliau yaitu KH. M. Saifuddin Amirin hingga saat ini. Sebagaimana yang dilakukan oleh Ayahanda, KH. M. Saifuddin Amirin juga berusaha menerapkan prinsip pengayoman yang tak memandang perbedaan, bersifat terbuka dan luwes merangkul semua kalangan. Hal tersebut membuat keberadaan majelis taklim yang didirikan sejak tahun 1973 ini semakin dikenal masyarakat. Yayasan ini diharapkan mampu ikut berperan menjadi penyeimbang sekaligus penyelaras atas perubahan zaman.

Secara konkret, Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan menjalankan kegiatan-kegitan di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan kebudayaan. Di bidang pendidikan, Yayasan bercita-cita membangun lembaga pendidikan yang mampu mensinergikan antara pendidikan salaf dan pendidikan formal di seluruh jenjang pendidikan. Sebagaimana dicita-citakan KH. Saifuddin Amirin, Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan ini diharapkan mampu berkontribusi melahirkan generasi cerdas, mandiri, berwawasan luas, pengayom yang mampu mengimplementasikan keilmuan Islam di dalam menjawab setiap persoalan yang dihadapi masyarakat yang didukung pula oleh kekayaan ilmu pengetahuan lainnya.

Pada tahun 2022, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia Pekalongan melalui Bapak Khoirul Anam, M.Pd.I. selaku Kepala Madrasah menyampaikan kesiapannya dalam mendampingi Yayasan Al Maliki Indonesia Pekalongan untuk mendirikan dan menyelenggarakan lembaga pendidikan Madrasah Tsanawiyah. Berdasarkan diskusi yang dilakukan kedua belah pihak maka disepakatilah nama madrasah tersebut dengan nama MTs Almaliki Cendekia Kota Pekalongan. Lembaga pendidikan formal ini mengusung konsep boarding school, yang mewajibkan seluruh peserta didik tinggal di Asrama.



Artikel Terpopuler